Kampung UMKM Babakan Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Prodi Administrasi Publik FISIP Unas Jakarta

Kampung UMKM Babakan Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Prodi Administrasi Publik FISIP Unas Jakarta

Mataram (Suara NTB) – Kampung UMKM Babakan semakin dikenal luas. Tidak hanya di dalam daerah, nama Kampung UMKM Babakan bahkan terdengar hingga tingkat nasional. Kamis, 4 Maret 2021, Kampung UMKM Babakan kedatangan 50 mahasiswa dan lima orang dosen dari Unas (Universitas Nasional) Jakarta. Kedatang mereka untuk melakukan collaborative research terkait penerapan protokol kesehatan dan strategi pemerintah untuk membangun ketahanan UMKM di masyarakat.

Salah seorang mahasiswa, Kezia Gabriella S yang juga Ketua Pelaksana Penelitian, kepada Suara NTB mengatakan, memilih kampung UMKM Babakan sebagai objek penelitian mereka karena hampir seluruh warganya menjadi pelaku UMKM.  ‘’Sedangkan di Jakarta sendiri pun tidak ada yang seluruhnya menjadi pelaku usaha,’’ katanya. Mahasiswa Unas, kata dia, tertarik melakukan penelitian di kampung UMKM Babakan untuk mengetahui bagaimana pelaku UMKM melakukan kegiatan mereka.

Para dosen yang mendampingi kegiatan penelitian mahasiswa Unas sangat mengapresiasi kegiatan para pelaku UKMK di Babakan. Mereka menilai, ketahanan UMKM di Babakan cukup baik. Terlebih di masa pandemic yang sudah berlangsung setahun, mereka masih tetap survive.

Founder Kampung UMKM Babakan, Herman, A.Md., menyambut baik kedatangan para mahasiswa yang menjadikan Kampung UMKM Babakan sebagai objek penelitian. Dia berharap hasil penelitian ini nantinya disampaikan juga kepada pihaknya. ‘’Apa yang menjadi kekurangan, supaya kami benahi ke depan,’’ cetusnya. Kepada mahasiswa dan dosen yang dating ke Kampung UMKM Babakan, Herman bercerita metamorfosa Babakan sampai menjadi Kampung UMKM Babakan pada tahun 2017 lalu.

Sejak diluncurkannya Kampung UMKM Babakan, kata Herman, pihaknya sering kedatangan tamu-tamu penting. Baik dari pemerintah maupun swasta. ‘’Sering kita terima tamu mereka yang penasaran dengan Kampung UMKM Babakan,’’ katanya. Anggota DPRD Kota Mataram ini mengaku, kunjungan dari Unas Jakarta adalah kunjungan dengan jumlah peserta paling banyak.

‘’Kalau dulu kan lima orang sampai 10 orang. Ini yang besar dari Universitas Nasional Jakarta,’’ katanya. Para mahasiswa, lanjut Herman ingin mengetahui bagaimana kampung UMKM Babakan tetap eksis. ‘’Strategi kami di dalam membentuk brand image baru, kami melakukan strategi digital marketing. Kami ada kerjasama dengan berbagai pihak,’’ pungkasnya.

Pantauan Suara NTB, mahasiswa yang melakukan penelitian di kampung UMKM Babakan membagi diri dalam beberapa kelompok. Mereka bersama dosen pendamping langsung turun ke para pelaku UMKM. Mulai dari UMKM yang memproduksi alat penanak nasi, hingga UMKM yang memproduksi roti dan jajanan lainnya. (fit)

Sumber : https://www.suarantb.com/kampung-umkm-babakan-jadi-objek-penelitian-mahasiswa-unas-jakarta/