Jakarta, 12 Mei 2026 – Melalui kegiatan Workshop & Konsolidasi Komisi Disiplin, Universitas Nasional (Unas) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang aman serta memperkuat sinergi program anti-kekerasan di lingkungan kampus. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika dan perwakilan himpunan mahasiswa program studi.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M. Dalam sambutannya, Suryono menjelaskan bahwa pembentukan Komisi Disiplin dilatarbelakangi oleh adanya berbagai persoalan yang menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan kampus.
“Komisi Disiplin ini telah dibentuk sejak tahun 2008 akibat adanya berbagai ketidaknyamanan di lingkungan kampus. Saat itu, Unas sempat dijuluki sebagai kampus demo dan narkoba. Oleh karena itu, dilakukan kerja sama lintas kampus, Polri, dan BNN. Kemudian, melalui SK Rektor tahun 2014 diterbitkan pembentukan resmi Komisi Disiplin,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, Unas tidak hanya berfokus pada pemberantasan narkoba, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Suryono berharap komitmen tersebut dapat menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan kondusif guna mendukung proses pembelajaran mahasiswa serta mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi panel yang dimoderatori oleh Nursatyo, S.Sos., M.Si. Sesi ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan serta pakar di bidang Sosiologi Ekonomi dan Gender.
Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, Dr. Ummu Salamah, S.Ag., M.A., S.H., M.H., menyampaikan harapannya agar seluruh pihak dapat membangun kerja sama yang solid dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman.
“Harapannya setelah ini kita memiliki team work yang bersinergi,” ujarnya.
Ia juga berharap mahasiswa berani menyuarakan dan melaporkan tindakan kekerasan seksual kepada pihak berwenang apabila mengalami atau mengetahui kasus yang terjadi di lingkungan kampus.
Sesi panel kedua disampaikan oleh Jeanne Noveline Tedja, M.Kesos., pakar sosiologi ekonomi dan gender. Dalam pemaparannya mengenai anatomi kekerasan di lingkungan akademik dan relasi kuasa, ia menjelaskan bahwa banyak kasus kekerasan seksual di kampus dipengaruhi oleh relasi kuasa dan normalisasi perilaku toxic.
Melalui kegiatan ini, Unas menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui penguatan sinergi antar sivitas akademika serta program pencegahan yang berkelanjutan.
Berita oleh: Firda Chaerunnisa Fuad, Keysa Nurunnisa