Jakarta (UNAS) – Program Studi Administrasi Publik Universitas Nasional (UNAS) menerima kunjungan Visiting Professor dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, dalam kegiatan kuliah tamu bertajuk “Balancing Innovation and Responsibility: Ethical Design – The Role of University Students”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/1) di Ruang Rapat Cyber, Universitas Nasional.
Kuliah tamu tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Siti Khadijah dari UiTM. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab etis, khususnya peran mahasiswa sebagai generasi intelektual yang akan menentukan arah pembangunan di masa depan.
Prof. Siti Khadijah menjelaskan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan menjadi isu global yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi. Menurutnya, teknologi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan, sehingga setiap inovasi perlu berlandaskan nilai etika dan keberlanjutan.
Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, di antaranya pemanfaatan energi terbarukan seperti energi surya, penggunaan teknologi hemat energi seperti lampu LED, serta pemilihan perangkat teknologi yang lebih efisien. Selain itu, perubahan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Pada bagian akhir pemaparan, Prof. Siti Khadijah menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan harus menjadi dasar dalam pengembangan inovasi di masa depan. Ia menilai, arah pembangunan sangat ditentukan oleh keputusan yang diambil saat ini, termasuk oleh mahasiswa sebagai calon pemimpin dan pengambil kebijakan publik.
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Publik UNAS, Abrera, menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Professor memberikan pengalaman akademik yang bernilai bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran dengan perspektif internasional, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik dan perkembangan global,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Administrasi Publik UNAS berharap dapat memperkuat atmosfer akademik internasional serta membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai inovasi yang berorientasi pada etika dan keberlanjutan. (TIN)

