Jakarta (Humas UNAS) – Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan lokakarya bertema Sosiometrik pada Penelitian Jaringan Perubahan Sosial di Ruang Seminar Lantai 3, Menara UNAS Ragunan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Lokakarya ini menghadirkan Dr. Radita Gora, M.M. sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Dr. Yuri Alfrin Aladdin, M.Si., M.I.Kom. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi lintas semester serta dosen Program Studi Magister Ilmu Komunikasi. Lokakarya diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan metodologi penelitian, khususnya dalam kajian jaringan sosial dan perubahan sosial.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UNAS, Prof. Dr. Sri Desti Purwatiningsih, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya pemahaman metode sosiometrik bagi mahasiswa, terutama yang sedang mempersiapkan penelitian tesis.
Menurutnya, sosiometrik dapat menjadi salah satu alternatif metode penelitian yang relevan dalam kajian ilmu komunikasi. Ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan lokakarya ini secara optimal melalui diskusi dan pendalaman materi.
Lokakarya membahas konsep dasar sosiometrik, penerapannya dalam penelitian jaringan sosial, serta relevansinya dalam menganalisis perubahan sosial. Metode ini digunakan untuk memetakan relasi sosial, pola interaksi, dan posisi aktor dalam suatu jaringan.
Moderator kegiatan, Dr. Yuri Alfrin Aladdin, M.Si., M.I.Kom., dalam pengantarnya menyampaikan bahwa analisis jaringan sosial masih relatif jarang dibahas secara mendalam dalam perkuliahan reguler. Oleh karena itu, lokakarya ini dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus pengalaman praktis kepada mahasiswa.
Ia menilai pendekatan sosiometrik memiliki nilai strategis, baik untuk kepentingan akademik maupun profesional, terutama dalam membaca dinamika relasi sosial di era digital.
Pada sesi utama, Dr. Radita Gora, M.M. memaparkan sosiometrik sebagai metode untuk mengkaji keterhubungan, pola interaksi, dan struktur relasi antarpelaku dalam suatu jaringan sosial. Menurutnya, analisis relasi sosial dapat digunakan untuk memahami perilaku sosial sekaligus mengidentifikasi perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa metode sosiometrik memungkinkan peneliti mengidentifikasi aktor-aktor kunci, seperti individu yang memiliki peran sentral, menjadi penghubung antarkelompok, atau berperan dalam penyebaran informasi. Pendekatan ini dinilai relevan dalam penelitian komunikasi karena mampu memetakan dinamika relasi yang tidak selalu terlihat melalui metode konvensional.
Selain untuk kepentingan akademik, sosiometrik juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang, antara lain analisis media sosial, kajian organisasi, perilaku konsumen, serta penelitian perubahan sosial berbasis data. Analisis jaringan dapat digunakan untuk membaca pola komunikasi, intensitas hubungan, hingga dinamika interaksi dalam kelompok.
Dr. Radita juga menegaskan bahwa sosiometrik bersifat lintas disiplin dan dapat dikembangkan dalam kajian ilmu komunikasi, sosiologi, serta ilmu sosial lainnya. Ia mendorong mahasiswa untuk mulai mempertimbangkan pendekatan jaringan sosial sebagai metode penelitian yang sesuai dengan perkembangan masyarakat digital.
Melalui lokakarya ini, peserta memperoleh pemahaman teoretis dan gambaran praktis mengenai penerapan sosiometrik dalam penelitian jaringan perubahan sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas metodologis mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UNAS dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan dinamika sosial kontemporer. (Dimas Wijaksono)



